"Ratusan penumpang memadati Stasiun Kereta Api Baturaja, terutama saat libur panjang akhir tahun dan hari raya keagamaan. Kepolisian mengklaim situasi kondusif, sementara penumpang mengandalkan kereta api karena tarif terjangkau dan efisiensi."
Kereta api menjadi moda transportasi pilihan bagi warga yang bepergian dari Stasiun Baturaja, terutama saat momen libur panjang. Peningkatan jumlah penumpang ini terlihat jelas pada periode libur Natal dan Tahun Baru, serta libur Waisak. Kereta api seperti Rajabasa dan Kuala Stabas, yang melayani rute ke Tanjungkarang dan Palembang, menjadi andalan. Faktor utamanya adalah tarif yang relatif terjangkau, menjadikannya pilihan ekonomis dan efisien dibandingkan moda transportasi lain.

Pengamanan Diperketat
Menyikapi lonjakan penumpang, aparat kepolisian dari Polres OKU, bersama unsur TNI, Dishub, dan Dinkes, melaksanakan kegiatan patroli dan pemantauan di Stasiun Kereta Api Baturaja. Operasi seperti 'Ketupat Musi 2026' dan 'Lilin Musi 2024' melibatkan personel di pos pengamanan untuk memastikan kesiapsiagaan dan mengantisipasi potensi tindak kriminalitas, terutama pencurian barang bawaan penumpang. Patroli juga menyasar area sekitar stasiun untuk mencegah kejahatan 3C (Curat, Curas, Curanmor).
Read More: Uber New Pricing Makes Rides More Costly in Rich Sydney and Melbourne Areas

Polisi Turun Tangan
Selain pemantauan rutin, ada juga aksi penanganan penumpang yang tertinggal kereta. Dalam satu insiden, anggota Polres OKU membantu ibu dan anak yang kehilangan jadwal keberangkatan ke Tanjung Karang, mengevakuasi mereka ke pos pengamanan dan berkoordinasi mencari jadwal berikutnya. Hal ini menunjukkan adanya upaya pelayanan humanis di tengah kesibukan stasiun.

Angka dan Fakta
Libur Waisak (Mei 2025): Rata-rata 150 penumpang per hari menggunakan Kereta Api Rajabasa dan Kuala Stabas dari Stasiun Baturaja tujuan Tanjungkarang dan Palembang.
Libur Natal 2024:
Keberangkatan (25 Desember 2024): 668 orang.
Kedatangan (25 Desember 2024): 583 orang.
Tarif: KA Rajabasa berkisar Rp29.000-Rp32.000 (relasi terpanjang 388 Km), sementara KA Kuala Stabas antara Rp10.000-Rp30.000. Tarif ini termasuk dalam kategori Public Service Obligation (PSO), yang menyasar keterjangkauan.
Latar Belakang Fenomena
Fenomena lonjakan penumpang di Stasiun Baturaja bukanlah hal baru, melainkan sebuah pola berulang yang terkait erat dengan momen libur panjang. Baik itu libur hari raya keagamaan seperti Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, maupun libur keagamaan lainnya seperti Waisak, selalu ditandai dengan peningkatan mobilitas masyarakat. Kereta api, sebagai salah satu moda transportasi publik, terus menunjukkan perannya sebagai tulang punggung pergerakan massa, terutama di wilayah yang terhubung dengan jalur kereta api. Kepolisian, dalam berbagai operasi pengamanan rutin menjelang libur panjang, selalu menempatkan stasiun kereta api sebagai salah satu titik prioritas untuk memastikan keamanan dan ketertiban.
Read More: Easter Rail Closures in UK Cause Travel Chaos and Road Congestion